Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.
Apa yang kamu bawa itu salah, karena menyelisihi mayoritas masyarakat di sini…, kalaulah ajaran itu benar pasti diikuti oleh banyak orang …, jangan membawa yang aneh-aneh, masyarakat di sini tidak biasa dengan seperti itu…., ngono yo ngono neng ojo ngono! Baca entri selengkapnya »
Ketika Hukum Mayoritas Dijadikan Tolok Ukur Kebenaran
Oktober 2, 2008Meraih Kemuliaan Melalui Jihad……….Bukan Kenistaan
Mei 31, 2008Yang pertama-tama membuat buku ini terasa “lain” dari kebanyakan buku bertema keras, seperti jihad atau terorisme misalnya yang selalu tampil garang bahkan vulgar, adalah judulnya. Dan kita pantas bertanya-tanya, “Pesan apa yang ingin disampaikan penulis melalui nya ?” Sebab, memahami judul mempermudah memahami isi. Mari kita buktikan bahwa penulis buku ini tak sekedar ingin bermanis-manis dengan judul. Dan di hadapan kita ada beberapa kemungkinan. Baca entri selengkapnya »
Kebodohan Merusak Kebersamaan
April 23, 2008Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dengan satu penguasa. Bahkan mereka tidak mengerti mana yang lebih banyak antara satu dan sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dengan pertumpahan darah kaum muslimin dalam perang saudara. Baca entri selengkapnya »
Belajar Mengucapkan “Saya Tidak Tahu”
April 14, 2008Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Disamping golongan pengingkar sunnah yang menolak hadits-hadits shahih dengan akal dan hawa nafsunya, adapula golongan yang “sok tahu“. Mereka berbicara tanpa ilmu. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Dajjal akan keluar dari segitiga bermuda, Dajjal adalah Amerika karena memandang dengan sebelah mata, Ya’juj dan Ma’juj adalah pasukan mongol, dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »
Inilah Dakwah Kami
April 14, 2008oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maidani
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul dan nabi yang terakhir untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari kekafiran kepada iman, dari kesyirikan kepada tauhid, dari neraka kepada surga. Beliau telah menyampaikan risalah yang mulia ini secara sempurna kepada umatnya, yakni para Sahabatnya radhiyallahu ‘anhum pada waktu itu. Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum mengorbankan jiwa dan harta mereka untuk mendukung dan mengamalkan seluruh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dengan demikian, mereka pun layak untuk menggapai kemuliaan Islam dan menjadi generasi yang terbaik dari umat ini. Allah berfirman: Baca entri selengkapnya »
Wasiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang terabaikan
April 14, 2008Penulis : Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al Maidani
Sesungguhnya termasuk perkara penting yang harus selalu kita ingat adalah wasiat-wasiat Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantaranya yaitu wasiat perpisahan yang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan kepada para sahabat –semoga Allah meridhoi mereka seluruhnya-. Dikisahkan oleh ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ’anhu sebagai berikut:
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا؟ فَقَالَ: ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ)) Baca entri selengkapnya »
”Ketika Kebenaran Didustakan dan Kedustaan dibenarkan”
April 14, 2008Oleh Abu Khaulah Zainal Abidin
Di antara sebab murkanya ALLAH kepada bangsa Yahudi, adalah karena mereka mendustakan nabi-nabi yang diutus. Padahal tidaklah ALLAH memilih utusan-utusan-Nya, kecuali dari orang-orang terbaik di kalangan dan pada zamannya. Tentu saja, karena ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA mengutus mereka dalam rangka mengajak manusia beribadah hanya kepada ALLAH dan meninggalkan kesyirikan. Mereka dipilih untuk . diterima, dicintai, diutamakan, serta diteladani. Mereka diutus untuk didengar, dipercaya dibenarkan, kemudian dita’ati dan diikuti. Baca entri selengkapnya »
Wajibnya mentaati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam
April 2, 2008Penulis : Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
Sunnah, ditinjau dari segi bahasa ber-makna الطريقة (jalan) dan السيرة (perjalanan hidup). Adapun menurut istilah syari’at sunnah adalah semua perkara yang bersumber dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam selain dari Al Qur’anul karim baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun taqrir (pembenaran sikap beliau) dari hal-hal yang memiliki dalil secara syar’i. Baca entri selengkapnya »
Hanya Dengan Al Qur’an dan As-Sunnah Kaum Muslimin Akan Kembali Berjaya
April 2, 2008Penulis : Asy-syaikh Abdul Malik Ramadloni
Tema di atas merupakan nasehat bagi kaum muslimin yang belum yakin terhadap peran Al Kitab dan As-Sunnah di dalam mengembalikan kejayaan kaum muslimin yang telah lama hilang dan direbut oleh musuh musuh Islam. Terlebih lagi karena -sejak jatuhnya Andalusia- kaum kafir dan munafiqun telah menjajah kaum muslimin. Kemudian keadaan di Palestina, tragedi Bosnia, dan dinegeri kita sendiri ketika kaum kuffar membabi buta menghancurkan kaum muslimin di wilayah Ambon dan di tempat yang lainnya, yang kesemua itu melemahkan keyakinan sebagian kaum muslimin yang memang sudah lemah imannya. Baca entri selengkapnya »
“…dan Muhammad adalah Utusan ALLAH.”
Maret 31, 2008Penulis : Abu Khaulah Zainal Abidin
Itulah terjemahan sekaligus arti -yang kita hafal sejak kecil- dari penggalan Syahadat “wa anna Muhammadarrasulullah.”. Tidak salah memang, jika itu artinya, karena demikianlah terjemahannya secara bahasa. Tetapi, cukupkah itu ? Cukupkah bagi kita arti secara bahasa? Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh abaabdillah
Ditulis oleh abaabdillah
Ditulis oleh abaabdillah